Turun Berat Dengan Hormon

Turun Berat Dengan Hormon
Penurunan berat badan tidak melulu dilakukan dengan diet makanan atau menjalankan beban olahraga yang cukup banyak. Sesekali mungkin Anda perlu mencoba hal yang sebenarnya tidak baru, hanya saja kurang disadari keberadaanya. Inilah diet hormon, yaitu metode penurunan berat badan yang dilakukan dengan cara melakukan perubahan gaya hidup, terutama aktivitas yang menunjang produksi hormon.



1. Lebih sering mengalami orgasme

Menurut sebuah penelitian di Inggris, perempuan maupun laki - laki yang mengalami orgasme lebih sering dapat menurunkan 50 persen resiko kematian dalam hidupnya. Menurut Jurnal Asosiasi Kesehatan Amerika Serikat, seorang pria yang lebih sering mengalami orgasme akan terhindar dari resiko terkena kanker prostat. Selain itu dalam proses orgasme yang terjadi pada pria maupun wanita, terjadi produksi hormon tubuh yang disebut DHEA. Hormon ini dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga kulit tetap sehat, dan bekerja sebagai anti depresan.



2. Tidur lebih awal dari biasanya

Menurut survei tidur nasional yang dilakukan di Inggris menyebutkan, 59 persen responden yang tidur lebih awal mengaku lebih segar ketika bangun pada pagi harinya. Begitu pula dengan orang -orang yang mengaku mengalami insomnia mengaku lebih sering mengalami sleep aphnea atau jeda pernapasan ketika tidur. Ini karena pada saat - saat tertentu, tubuh mengeluarkan hormon kortisol yang menurunkan hormon leptin. Saat itulah, tubuh ingin terus-terusan makan, dan menyebabkan kekacauan metabolisme dalam tubuh. Hormon kortisol ini memuncak pada pukul 2, 4, dan 6 pagi. Karena itu, disarankan agar tidur tidak lebih malam dari pukul 10 atau 11 malam.



3. Mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan prebiotik 

Menambahkan bakteri sehat atau prebiotik dalam sistem pencernaan dapat meningkatkan produksi dan mengurangi kerusakan hormon esterogen. Prebiotik dapat membantu pembersihan usus, mencegah sembelit, mengurangi gejala alergi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta meningkatkan kesehatan kulit. Selain itu, British Journal of Nutrition menyebutkan, bahwa bakteri prebiotk dapat meningkatkan sensitivitas hormon insulin, sehingga sangat baik bagi penderita dabetes.



4. Tidak terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung asam

Keasaman mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin dan mineral dari makanan serta suplemen. Keasamanan terkadang malah mengganggu kemampuan tubuh untuk melakukan detoksifikasi secara alami. Terlalu banyak makan asam juga mengganggu metabolisme dan membuat lebih rentan terhadap kelelahan dan perubahan mood.



5. Mengkonsumsi minyak ikan

Minyak ikan dapat memberikan kandungan lemak tak jenuh yang baik bagi keseimbangan tubuh. Konsumsi minyak ikan yang dibarengi dengan latihan dapat menyeimbangkan lemak yang dibutuhkan dalam tubuh, dengan lemak yang harusnya dibuang. Konsumsi minyak ikan yang dibarengi olahraga juga dapat mengurangi lemak sentral yang berada di bagian perut penyebab penyakit sindrom metabolik.

(dikutip dari : http://www.tempo.co/read/news/2013/06/02/060485208/Turun-Berat-Dengan-Hormon)
Load comments

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Featured Post

5 Ways to Prevent Jaundice in a Natural Baby

Jaundice is one of the most health disorders that can occur in newborns. In general, infants with normal birth can experience yellow on the...